Pengikut

Pengikut

Advertisement

Ada Timphan di International Student Show


Beberapa hari lalu saya berkesempatan menghadiri International Student Show  atau Ma’radul Thullab Adduwali di Auditorium Shalah Kamil, Nashr City, Cairo. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Indonesia (PPMI) bekerja sama dengan WIHDAH Mesir. Ada beberapa negara yang ikut mengambil bagian dalam International Student Show tersebut, yaitu Indonesia, Nigeria, Chad, Somalia, Maroko, Turki, Thailand dan Malaysia. Negara-negara tersebut turut menampilkan beragam pertunjukan seni lewat tari-tarian dan lagu.

Hadir dalam International Student Show ini perwakilan dari Universitas Al-Azhar DR. Abdullah Hay ‘Ali bersama istrinya DR Mugnah. Sedangkan Duta Besar RI untuk Mesir berhalangan hadir karena sedang berada di Jakarta. Beliau diwakili oleh bapak Abdullah,  staf KBRI setempat. 

Abu Nashar, Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Cairo dalam sambutannya menekankan bahwa pentingnya penyelenggaraan acara semacam ini sebagai wujud dari hubungan kita dengan pelajar asing. Beliau mengharapkan agar acara ini kedepannya bisa terus berlanjut.

Internasional Student Show juga dimeriahkan  lewat sajian makanan dan ikon budaya berbagai negara peserta. Hal yang menarik bagi saya adalah ketika melihat timphan, salah satu kue tradisional Aceh berada di stand Indonesia. Di stand Malaysia kita mendapati kue loyang dan beragam makanan ala Melayu lainnya. Nigeria tampil dengan berbagai peralatan pertanian, begitu juga Chad dan Somalia turut mempromosikan beragam peralatan  tani dan baju adat. 

Hal menarik lainnya bagi saya adalah ketika berada di stand Turki, saya melihat para petugas begitu antusias membagi  gratis buku  dan selebaran tentang sejarah dan budaya negara tersebut. 

Ada juga para tamu asing yang turut hadir namun tak terlibat sebagai peserta, diantaranya adalah dari Jepang, China, Sudan, Mesir, Bangladesh dan Afrika tengah. Mereka mengisyaratkan kekaguman  luar biasa ketika pergelaran seni berlangsung. Dimana Thailand yang diwakili oleh Pattan mendemontrasikan tarian yang bertema perjuangan membebaskan diri dari penindasan.  

Negara Maroko turut tampil membawa beberapa shalawat dan syair yang kental dengan aroma negeri Moroc. Nigeria  menceritakan panjang lebar tentang sejarah dan budaya lewat sebuah atraksi drama. Begitu juga Somalia, turut menyanyikan sebuah lagu kebangsaan dalam bahasa Somaliya. Sedangkan Malaysia melantunkan dua buah nasyid Melayu, dan Indonesia sendiri tampil dengan deklamasi puisi berbahasa Arab tentang  Palestina.

International Sudent Show telah menunjukkan bagaimana sebuah kebersamaan antar berbagai negara bisa bersatu. Betapa Islam telah menjadi perekat perbedaan bangsa dan budaya. Lebih dari itu, acara mulia ini merupakan bentuk aplikasi (tathbiq) dari Alquran surah Al-Hujurat ayat 13; wa ja’alnakum syu’uba wa qabaila lita’arafu, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.

Posting Komentar

0 Komentar