Pengikut

Pengikut

Advertisement

Seribu Teror Alexandria

Dua bulan yang lalu, tim Semesta Menulis Kairo mengadakan acara kepenulisan menghadirkan penulis nasional Etty Hadiwati atau Pipiet Senja dan Sastri Yunizarti Bakri, Vice President The Malay Islamic World. Acara ini sebenarnya telah dipogram satu tahun lalu dibawah Pengurus Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kairo. Dalam keadaan Mesir yang belum stabil, acara yang bertujuan untuk melecuti semangat  menulis mahasiswa Indonesia di Mesir ini berjalan lancar. Selain Sastri Bakri dan Pipiet Senja hadir Redaktur Senior Republika Irwan Kelana, serta empat senior wartawan Radio Republik Indonesia (RRI). 

Program semesta menulis ini dilakanakan berbarengan dengan simposium ilmiyah yang diwakili oleh perwakilan PPI se Afrika dan perwakilan PPI Eropa dan Malaysia. Setelah mengikuti workshop selama dua hari, kebetulan sekali saya mendapat kesempatan  ikut rombongan  dalam touring ke Alexandria.  

Selama dalam perjalanan dari Kairo- Alexandria, saya melakukan siaran langsung (on air) RRI atas rekomendasi Pipiet Senja  dalam acara bilik sastra. Setelah sesi wawancara, saya memaparkan sekilas tentang karya berjudul; Teror Pistol di Negeri Piramid, karya ini terinspirasi lewat kisah nyata dua tahun lalu.  Pipiet Senja memberi apresiasi dan mengomentari karya ini. 

Mini Bus yang kami tumpangi mengambil jalan aman, menghindari kosentrasi massa. Kami sampai di Alexandria sekitar pukul 10 pagi, tujuan pertama langsung menuju benteng Qait Bay, Pustaka Alexandria, dan taman Muntazah, istana Raja Al-Faruq. 

Kedatangan Pipiet Senja dan rombongan penulis nasional ini lagi-lagi menandai bahwa dunia sastra dan aktifitas kepenulisan mahasiswa Indonesia di Mesir  kembali mendapat perhatian yang begitu besar. Beberapa bulan sebelumnya hadir Habiburahman dan penyair Taufik Isma’il. Berbeda dengan kang Abik dan Taufik, Pipiet Senja menyebut  kunjungan beliau yang kedua kalinya ke Kairo  sebagai  teror diatas teror. 

Buktinya beliau langsung menargetkan sebuah  buku antologi  cerpen yang harus terbit dalam waktu dekat ini. Pipiet Senja yang baru sembuh dari sakit sangat bersemangat meneror rekan-rekan pesertaJangan lama-lama mengirimkan karya, nanti saya keburu mati. Beliau berpesan; Banyak-banyaklah bersedekah dan beristikharah untuk menjadi penulis besar. Seribu teror, seribu karya.

Posting Komentar

0 Komentar