Pengikut

Pengikut

Advertisement

Bismillah

Bismillah, ingat Khatib Al Azhar Juma’t lalu yang menyampaikan tema tentang esensi Bismillah.  Bismillah bukan hanya sebatas diucapkan dalam setiap amaliah kita, ketika hendak berpergian, memakai baju dan dan sebagainya. Namun  seberapa paham kita akan makna bismillah ini. Syekh mengingatkan kita bagaimana para Rasul berdakwah dengan bismillah.

Ada pelajaran luhur ketika membaca sirah Nabiyullah Nuh Alaihissalam, nabi yang bergelar Ulul Azmi ini beratus tahun menyeru kaumnya dengan bismillah, hanya beberapa saja yang beriman, bahkan  Nabi Nuh tak berhasil mengajak anak dan istrinya menjadi kaum beriman.  Ada pelajaran luhur bagaimana shalihahnya Istri Nabiyullah Ibrahim ketika mengantarkan Nabi Ismail lalu digoda oleh syaitan, dengan mengucapkan bismillah beliau melempar  syaitan tersebut. 

Alfakir baru saja membuka buku yang berisi kumpulan pengajian Syekh Salih Jafari Al-Azhari Rahimahullah, beliau pendiri daripada tharikat Jakfariah. Tentang manakib beliau insya Allah akan alfakir uraikan dalam tulisan berikutnya. Ketika menyinggung terma Bismillah beliau  mengutip perkataan Shahibul Kharidah, syekh Dardir Rahimahullah. Makna ba dalam bismillah adalah lil Isti’anah atau  meminta pertolongan kepada Allah, mengharapkan keberkahan atas segala amal yang kita lakukan. 

Syekh melanjutkan bagaimana indahnya mengajarkan anak yang belum bisa berbicara dengan bismillah. Ada sebuah hikayat tentang bismillah ini, dimana terjadi sebuah dialog antara syaitan yang menggoda kafir dan syaitan penggoda muslim.  Syaitan Penggoda muslim bertanya tentang keadaan syaitan penggoda kafir ini tentang kondisi tubuhnya yang tampak sehat dan gemuk, berbeda dengan keadaan dirinya yang kurus kering. Lalu syeitan penggoda kafir menjawab, bahwa ketika si kafir hendak makan ia selalu menyertai ikut makan bersama si kafir. 

Ada banyak sekali hikayat dan hikmah daripada bismillah ini. Bahkan bagi sebagian kaum, secara elegan mengukur kealiman seseorang lewat kemampuan mengi’rab bismillah. Kalau I’rab bismillah saja tidak bisa maka sangat diragukan kepakarannya dalam ilmu agama. Semoga hati kita selalu hidup dengan bismillah. Menjadi penuntut ilmu agama yang selalu menggunakan bismillah dalam setiap helaian kitab. Rabbi, mudahkan kami.


Posting Komentar

0 Komentar