Pengikut

Pengikut

Advertisement

Agar Tidak Mudah Ditipu

Saya memperhatikan geliat para netizen di media sosial. Umumnya kita mudah saja termakan dengan berita-berita media tanpa lebih dulu memfilter atau menyaring lebih dalam. Kita langsung memvonis sesuai dengan kesimpulan media.

Kasus yang terjadi di Syiria misalnya tanpa tahu duduk persoalan kita langsusu memvonis bahwa Assad adalah syiah dan berbagai isu negatif lainnya. Perlu kita ketahui bahwa media-media yang kita baca itu tak lagi netral, ada yang memihak ke A dan ada yang ke B.

Kita harus banyak membaca dan terus membaca lalu menyaring dengan benar. Juga dengan apa yang terjadi Jumat lalu tentang penurunan khatib di Lhoksukon, Harus hati-hati dalam membaca.

Mudah tertipu sepertinya sudah menjadi kelemahan Islam sekarang, kejujuran sudah menjadi barang langka. Hal ini wajar kerana dunia memang sudah sangat tua, sebagian tanda-tanda kiamat sebagaimana Rasulullah sampaikan sudah dan sedang terjadi. 

Perlu menganalisa setiap informasi yang datang kepada kita, Ini juga merupakan bagian dari mewujudkan ayat Iqra. Iqrak tak hanya membaca apa yang tersurat bahkan lebih dari itu, semakin banyak membaca maka semakin banyak tahu.  Dan jangan lupa membaca itu harus selalu karena Allah dengan Bismillah. Iqra' Bismirabbika. Bacalah dengan nama tuhanmu. 

Posting Komentar

0 Komentar