Pengikut

Pengikut

Advertisement

Bacalah

Ketika Prof Farid, Rektor UIN Ar-Raniry memberikan tugas mata kuliah Khasanah Pemikiran Islam, beliau bertanya tentang bagaimana cara membagun kembali peradaban Islam yang sudah runtuh. Saya tertarik untuk mengulas tentang wahyu pertama turun yakni surah al- Alaq, Iqra'; Membaca.

Bahwa produk olah pikir umat Islam merupakan kekayaan murni yang dimiliki umat Islam sendiri. Dasarnya tetap kepada Alquran dan Hadis. Dimana pelaksanaan nilai-nilai dari pada Alquran dan Hadis itu melahirkan khasanah pemikiran Islam yang luar biasa. Jika kita telusuri seluruh peradaban manusia ini tak terlepas daripada bacaan-bacaan manusia. Sebanarnya ini bentuk pengimplementasian wahyu yang pertama sekali turun yakni Iqrak; Membaca. Maksud membaca tidak hanya membaca formal namun lebih dari itu, penelitian yang kita buat, observasi dan membaca tanda-tanda alam adalah bagian daripada Iqrak.

Peradaban dunia yang kita kenal di Yunani lahir karena kegiatan membaca kemudian ditemukanlah atau lahirlah produk pemikiran baru. Siklusnya pemikiran yang sudah ada kemudian ditentang lewat pruduk bacaan baru sehingga berakhirlah peradaban lama diganti dengan peradaban baru. Itu kemudian menjadi khasanah yang tinggal sejarah saja.

Berbeda dengan khasanah Islam. Siklus Khasanah Islam sangat luar biasa dan menarik. Karena sumber bacaan Islam maha luar biasa, yakni Alquran sendiri. Dimana Alquran telah menjadikan inspirasi bagi berkembangnya khasanah pemikiran manusia, lahirnya beragam disiplin ilmu, aliran dan ormas-ormas yang berafiliasi kepada tajdid misalnya adalah bagian daripada membaca. Sehingga kegiatan Iqrak menjadi unsur penting dalam khasanah pemikiran Islam.

Kesadaran umat Islam dari kelalaian dan kemalasannya artinya kemauan umat Islam itu untuk maju menjadi potensi bangkitnya kembali khasanah pemikiran Islam. Umat Islam tidak boleh meninggalkan Alquran, para orientalis banyak yang masuk Islam, para saintis juga banyak yang masuk Islam karena mereka bisa membuktikan keajaiban Alquran. Orang-orang Eropa sekarang harus kita akui telah sedang mempraktekkan nilai-nilai Alquran. Sedangkan kita jangankan mempraktekkan, membaca saja sudah jarang, jangankan membaca belajar membaca pun tidak mau. Ini menjadi masalah besar bagi generasi Islam sekarang. Saya melihat fenomena di kampung bagaimana generasi muda sudah lemah dan tidak bersemangat dalam mengaji Alquran ini pengaruh daripada orang Tua.

Jika kita lihat dalam Alquran ada sebuah nilai keterpaduan antar Alquran, misalnya Alquran memereintahkan anak untuk berbakti kepada orang tua, sedangkan disisi lain orangtua mengajarkan anak menjadi anak yang shalih, kesimpulannya anak yang shalih akan taat kepada orang tua. Jadi kembali dekat kepada Alquran adalah solusi konkrit bagaimana eksistensi khasanah pemikiran Islam kembali bangkit. Wallahu Musta’an.


Posting Komentar

0 Komentar