Awal 2017 ini intesitas hujan termasuk tinggi, bahkan di sebagian tempat sudah menuai banjir, ada beberapa tempat di kawasan saya yang memang langganan banjir. Saya sangat menikmati perjalanan di seputaran Seulawah, apalagi kalau hujan hujan ringan, maka kabut-kabutpun bermunculan. Ketika menulis ini saya lagi transit sebentar di Padang Tiji menuju Sigli untuk melindungi diri dari hujan yang terus mengguyur. Biasanya saya tak peduli karena membawa mantel, apalagi mengebut waktu untuk sampai di Darul Quran, pengajian Alquran. Saya lupa dengan mantel ditambah badan yang lagi kurang fit.

Hujan adalah rahmat, bagi siapa yang membaca dan bersyukur, banyak orang yang merindukan hujan tetapi tak pernah sampai, di Mesir baru bisa mersakan hujan setahun sekali itupun cuma sebentar, maka bersyukurlah hidup di negeri hujan, penuh cinta, penuh syukur juga penuh kehat-hatian agar musibah banjir tak datang berlangganan. Allah yardimzin olsun.