Pengikut

Pengikut

Advertisement

Mengkaji Buku Snouck

Saya tertarik membaca berulang-ulang buku The Aceher karya Prof. Snouck Hugronje, buku yang sudah diterjemahkan ini banyak mengulas tentang tradisi-tradisi kegamaan masyarakat Aceh pada masa lalu. Apapun, kita harus berterimaksih kepada Snoukc yang sudah sudi kiranya meluangkan kan banyak waktu meneliti Aceh, disaat budaya penelitian orang Aceh sendiri masih sangat kurang.

Snouck hadir dengan gaya orientalisnya, tapi kali ini rasanya ia menulis jujur tentang geliat Aceh akhir abad 19. Musim maulid contohnya Snouc menulis bahwa pemahaman orang Aceh tentang sirah Rasul saat oitu belumlah baik, tradisi kenduri hanya dipahami sebagai tradisi fisik saja tanpa ingin merasakan bagimana kesyahduan bersalawat dan mencontohi prilaku rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Snouk bahkan mencatat masih banyak sekali kurafat yang dipraktekkan orang Aceh, dan kurafat ini sendiri masih terus menjalar era 50-70-an, Dalam buku Hasan Kruang Kale diceritakan bagiamana giatnya ulama Krueng Kale membasmi kurafat yang berkembang kala itu.

Snouk mencatat tentang sifat kueh orang Aceh, materialistis orang Aceh, kesempulannya semua sifat-sifat yang disebut Snouck itu masih saja bergumul di Aceh, tanah yang mulia ini.

Posting Komentar

0 Komentar