Pengikut

Pengikut

Advertisement

Memilih Bacaan yang Benar

Berita tentang buku tak layak baca  di sejumlah SMP Bireun  (serambi Indonesia 22 Oktober 2017) menarik perhatian kita. Kita sepakat bahwa membaca merupakan jendela dunia. Titik sentral peradaban manusia ini adalah melalui membaca. Bahkan Wahyu yang pertama sekali turun adalah penegasan kepada iqra.

Bahkan ada sebuah kitab yang mengulas bacalah dengan nama Tuhanmu.
Banyak sudah kajian dan tafsir tantang bagaimana manusia memaknai istilah iqra yang apalagi disandingkan dengan nama Allah.

Senantiasa memperhatikan apa yang kita baca. Apalagi buat anak anak yang lagi mencari jati diri. Sudah sepatutnya bacaan bacaan buat mereka adalah bukan bacaan berat apalagi bacaan yang membuat pola pikir mereka berubah menjadi ala barat.

Adanya eksistensi PKI juga akibat gagal memahami bacaan bacaan berhaluan kiri. Ada baiknya untuk para pelajar diberikan bacaan yang memberikan motivasi bagi mereka. Adanya buku yang bermuatan pornografi harus menjadi perhatian bagi kita semua. Janganlah murid murid yang sejatinya ingin mendapatkan semangat belajar diberikan buku sejenis tersebut.

Semenjak lalu akar membaca telah tubuh dalam menentukan peradaban Islam. Bahkan perilaku ini dicontoh pula oleh Yahudi dan Nasrani. Konsep  yang sejatinya milik Islam telah diambil kaum Yahudi dan Nasrani. Lalu kaum itu mentransfer  bahan bahan bacaan yang tak bergizi kepada Islam. Mereka mengkaji Alquran sementara kita disuruh untuk membaca racikan sampah mereka.

Posting Komentar

0 Komentar