Pengikut

Pengikut

Advertisement

Leman

Indah masih tertunduk lesu di pojok rumah setelah acara pertunangan dengan laki laki idamannya batal dilaksanakan, itu gara gara ayah yang tak mau menikahkan dia dengan Leman. Memang umur Leman terpaut jauh dibanding Indah 30 tahun, tapi hal itu tak menjadi masalah. Bagi Indah, sosok Leman adalah tipikal pria Aceh idaman, Leman  begitu sempurna ditambah bentuk rambut  yang menggulung keriting, sempurna. Boleh dibilang Leman adalah pria   romantis khas kampung. Pernah suatu kali Leman memberikan kejutan berupa kue Timphan dengan ukiran penuh boneka. ternyata Leman tak menyukai timphan.  Ada ada saja, semenjak kecil, paska ibunya meninggal, Indah tak pernah lagi makan timphan. Timphan dan Mak satu memori yang syahdunya selangit.

Genap sudah  dua puluh tahun lamanya indah  menjalin hubungan dengan Leman, pertemuan mereka dipisahkan lantaran Leman harus merantau ke Jakarta "Indah... Kepergianku ke Jakarta untuk masa depan kita juga,  jika rindunya datang maka tataplah pagar tua dekat meunasah. Itu kata kata terakhir Leman untuk Indah. Tidak mengesankan, tapi menurut Indah itu pertemuan yang mengikatkan bunga bunga cinta mereka semakin mekar, menyelinap dalam setiap telepon saban bulan. 

Berita kepulangan Leman setelah dua puluh tahun berada di negeri orang menggemparkan kampung halaman. Tak banyak berubah, rambut dan pakaiannya masih keriting, khas manusia tengah Afrika, sawo tapi negroid. Ini adalah berita besar bagi gadis kampung seperti Indah,  rasa rasanya dua orang insan yang diikuti cinta diikat dengan pernikahan yang halal, lalu mendayu dayu mengetar asa, tentang cinta dan naik sepeda. Damba Indah pada tengah malam, sementara hujan saat itu menggeletar memaku rindu.

Tak pernah disangka, Pagi itu menjadi momok mengejutkan ketika Lem Syukri sang wali mujbir bagi anak perempuan hitam manis, hidung setengah pesek menolak secara tak halus kedatangan Leman ke rumah. Sangat menyakitkan, betul sangat menyakitkan. Bayangkan wahai pembaca  kata terakhir ayahnya kepada Leman, wanita yang dicintai dan ditimang timangnya. "kau urus dirimu dulu sebelum meminang. berkaca dulu Leman... Aku telah mendengar sepak terjang kau di Jakarta sana!  Begitu kata kata ayahnya dengan kumis lebar yang menggetar rasa tak suka. Kata itu bagaikan petir bagi Indah, ia shok dan tak bernafsu paska itu. 

Pembaca, ini namanya hubbon jamman! Adapun Leman bertambah tambah pilu  hatinya, tak kuat juga menahan pilu seorang diri, Leman akhirnya tumpah dalam genangan air mata di  peraduan malam. Selama ini Leman telah mengumpulkan pundi-pundi rupiah yaang nantinya ia gunakan  untuk mahar misil indah senilai sekati Mayam emas. Wajah leman nampak pucat setelah mendengar kata pedas itu,  di tanah Abang tempat ia bekerja tak pernah leman menangis semacam itu.

Leman sudah beristikharah belasan kali, lalu memutuskan untuk kembali ke Jakarta,  amat mengharukan, tak bisa lagi penulis  lukiskan dengan kata kata  betapa pilu pula hati Indah kala itu. Ayah indah rupanya telah menjodohkannya dengan Keuchik kampung setengah baya, namanya Idham, pria yang  keritingnga bergulung gulung nan pekat.   Satu satunya pemuda paruh baya yang diandalkan ayah,  Kemungkinan wajahnya hampir mirip dengan sang ayah, punya tompel besar di pipi sebelah kanan. Tapi tompel Idham lebih kecil, bagi sang ayah tanda ini mengisyaratkan seorang pria yang setia. Indah jelas jelas menolaknya,  ia yang lemah telah mengerahkan segala daya upaya menjelaskan bahwa Keuchik  Idham tak sekufuk, dia haqqul yaqin  bahwa Idham bukan jodoh baik bagi nyak Indah." Jangan berlagak bodoh kau dah, ayahnya menggertaknya lagi, indah tak habis pikir dengan wujud ego ayahnya, apa karena umur yang semakin menua membuat ayahnya jadi berubah seperti itu. 

Kau.harus mau dengan Polem Idham, dia pilihan ayah, satu satunya pemuda kampung ini yang bisa diandalkan. Benar kata Indah, memang Syukri tidak sekufuk dengan indah, Idham hanya pemuda lulusan SD,  sebelum jadi kechik, kerjanya serabutan, seringkali tertangkap warga kampung tetangga karena mencuri. Idham bukan orang rajin shalat berjamaah, dan apa yang ia lakukan sekarang ini adalah keberhasilan mencuri hati ayah indah bermodalkan sebiji tompel. Lagi pula Polem Syukri umurnya terpaut jauh dengan Indah, ini menjadikan tidak sekufuk, dan Indah berhak  menolaknya.  Seandainya ibu masih hidup, tentu aku akan mencurahkannya kepada ibuku, indah menangis malam itu, pilu sekali. Ia sudah tak kuat menanggungnya seorang diri, kalaulah iman itu tak ada maka lebih baik aku bunuh diri saja!, batin Indah, kala itu langit begitu bergumuruh, petir menghambar kampung, hujan turun dengan lebatnya. 

Sementara Leman masih terkatung seorang diri dalam keramaian kota Jakarta, hidupnya sudah terluka dengan kata kata ayah Indah, ia jadi ingat dengan petuah Tgk, Maun, guru ngaji kala kecil bahwa tak semua orang bisa menjadi ayah, Leman, kelak kau akan menikah dan memiliki anak, maka jadilah ayah yang baik. Dan semuanya berakahir tepatnya pagi akhir tahun bulan Desember, Leman tersentak, kakinya gemetar membaca berita utama di koran seorang ayah memperkosa anak kandungnya, Lem Syukri!

Posting Komentar

0 Komentar