Pengikut

Pengikut

Advertisement

Catatan Bersama UAS di Dayah Darul Ihsan

Bagi kami dayah Darul Ihsan sangatlah istimewa;  kami pernah menginap suatu waktu di bulan Ramadan di Dayah ini,  kedatangan syekh kami, syekh Ayyub Al Jaziri ke Dayah ini, salah satu Dayah di Banda Aceh yang sering kami kunjungi adalah Dayah Darul Ihsan, Dayah tertua setelah Dayah Labuhan Haji kata ust Musannif, ketua yayasan Darul Ihsan. 

Tadi sore, 4 April kami kembali ke Dayah Darul Ihsan, menunggu sosok dai kebanggan umat, Ust. Abdul Somad. Setelah berdakwah di Medan dan Kuta Cane,  Akhirnya beliau tiba di Dayah Darul Ihsan. 

Nasihat nasihat utama nan  bernas UAS ingin kami tuliskan kembali. UAS sudah lebih dulu melakukan ziarah ke makam Abu Hasan Krueng Kale, pelajaran takzim kepada ulama. Beliau mengetahui sejarah dan peran dari Abu Hasan Krueng Kale. 

Rentetan peristiwa isra dan mi'raj Rasullullah itu bisa dijelaskan secara ilmiah. Bahwa perlu kepada generasi zaman ini menyadari pola kehidupan Rasulullah itu adalah pola kehidupan terbaik. Bahkan Rasulullah sudah menggunakan tekhnologi super canggih, yakni diperjalankan oleh Allah dalam  isra dan mi'raj. Allah memberi kapasitas istimewa kepada manusia yang tak diberikan kepada makhluk lain sekalipun, bahkan jin saja bisa terkalahkan. 

UAS juga menambahkan bahwa di Kabupaten Fak Fak ditemukan naskah Alquran kuno dari kulit, yang di bawa oleh para dai dari Samudera Pasai dulunya. Ini menunjukkan bahwa dakwah harus terlalu berjalan menembus sekat sekat. Dakwah menyebarkan kebaikan, mendirikan Dayah tak hanya di Aceh saja, tetapi betapa sebuah hal menakjubkan jika ada generasi Aceh yang terus konsisten dengan dakwahnya kemudian mampu  mendirikan Dayah Dayah di belahan bumi lainnya. 

Kebaikan akan menuai kebaikan pula. Hari ini kita menziarahi Darul Ihsan, menziarahi makam syekh Abu Hasan Krueng Kale, suatu saat nanti generasi yang lebih mudah akan balik menziarahi gurunya. Darul Ihsan, 4 April 2019. 

Posting Komentar

0 Komentar