Pengikut

Pengikut

Advertisement

Tiro dalam Rinai Hujan

Untuk beberapa kali saya sudah tiba di Tiro, sebuah nama kampung yang terkenal tentu saja. Perjuangan para ulama dalam frase mengusir kafir sangat heroik, semuanya syahid. Sebuah teladan yang luar biasa. Ada Masjid tua tempat ulama besar beribadah dulunya. Betapa Tiro menjadi pusat  zikir dan keilmuwan.

Tadi sore kami kembali ke tempat ini, magnetnya masih seperti dulu, ada aura sejarah yang tak bisa ditampik. Pemandangan Krueng Tiro dan pintô sa yang sangat apik menjadikan Tiro sebagai destinasi wisata dan museum sejarah yang harus diperhitungkan.

Rinai hujan membasahi perjalanan kami,  mengingatkan kepada sastra prang sabi yang luar biasa. Alangkah indahnya jika dalam rinai itu kita berzikir dan bersalawat, mengantarkan ruh kepada mahabbah, oh,  inilah maqam yang paling tinggi. Selaksa keberkahan akan turun disini, bersama dengau angin dan gemericik air. Tiro dan kita harus menuju kemenangan Rabbaniyah, akal akal busuk dan kejahiliyahan adalah musuh diri yang harus diusir melalui zikir dan ilmu.

Posting Komentar

0 Komentar