Pengikut

Pengikut

Advertisement

Ibadah Karena Allah

Sebuah kalam sufi yang sangat indah berbunyi, jadikan Ibadah karena Allah dan sesuai dengan apa yang Allah mau. Ibadah karena Allah menduduki puncak keikhlasan tertinggi. Apa yang kita takutkan adalah ibadah yang kita perbuat selama ini tidak betul betul karena Allah. Ada momen MTQ yang sebentar lagi akan dilaksanakan, mesti kita tanyakan kepada diri sendiri apa manfaat MTQ ini untuk diri saya, apakah hanya berakhir menjadi juara dan mendapatkan hadiah.

Menjadi hafiz dan ahli membaca Alquran belum tentu hidup nya bisa Husnul khatimah, ada kisah Ibnu Muljam seorang  hafiz Alquran tetapi membunuh keluarga Rasulullah.

Mari manfaatkan waktu untuk bermuhasabah diri dan keluarga, jangan sibuk melihat kekurangan orang lain. Jadikan diri kita sebagai contoh teladan kepada yang lain.

Pernah suatu ketika, Imam Hasan Basri duduk di dekat laut pada malam hari. Beliau melihat sepasang jenis manusia lagi bermesraan, timbullah rasa dhan di hati beliau. Kemudian ada kapal yang tenggelam, pemuda yang dilihat oleh imam tadi membantu orang orang yang hampir tenggelam. Lalu pemuda tadi mendekati sang imam dan berkata, apa yang engkau lihat tadi. Itu adalah ibuku yang lagi bersedih, aku lagi membujuknya dan menciumnya. Jika engkau berpikir yang tidak tidak, maka engkau sudah salah. Sang imam lalu berkata, bantu aku supaya tidak tenggelam dengan prasangkaku. Berikan nasihat kepadaku, maka sang pemuda berkata, wa tajtanibu katsiran min ad dhan.

Suatu ketika dalam perang Hunain, Rasulullah menyuruh para sahabat untuk mengangkat semua yang syahid dari para sahabat maupun mayat orang kafir, lewatlah di depan Rasulullah, satu mayat yang sedang dibawa sahabat. Rasul bersabda, dia di neraka. Sahabat berujar tapi ya Rasul, dia berperang di jalan Allah. Ada sahabat lain yang bersaksi bahwa mayat tadi adalah seorang muslim tapi dia tak berperang di jalan Allah. Perang Hunain adalah perang kali pertama yang ia ikuti. Setiap kali perang ia tak pernah ikut, sampai kaum perempuan menyindirnya, kau seperti perempuan saja. Lantas ia pun mengikuti perang. Dalam perang Hunain, ia terluka parah, tak bersabar sampai  bunuh diri. Mati bunuh diri adalah sebuah dosa besar, mati suul khatimah. Ia tak melakukan ibadah karena Allah dan tak sesuai dengan yang Allah kehendaki.

(Intisari tausiyah subuh dari Tgk. Umar Rafsanjani, Lc, di masjid Alfalah kota Sigli, 20 September 2019)



Posting Komentar

0 Komentar