Pengikut

Pengikut

Advertisement

Pengajian Bersama KH. Luthfi Basari di Masjid Alfalah Sigli


Beberapa hari lalu,  Rabitah Taliban Aceh (RTA) kembali melaksanakan pengajian rutin bulanan di masjid al-Falah Kota Sigli, kali ini menghadirkan KH. Luthfi Basari, salah seorang ulama dan tokoh NU dari Jawa Timur, beliau murid langsung kepada Habib Alwi Al-Maliki di Kota Mekkah. Menimba langsung ilmu dari Habib Alwi Al-Maliki telah menjadikan beliau sebagai sosok yang penuh kelembutan dan tegas dalam hal penjagaan akidah ahlus sunahh wal jamaah. Dalam pengajian di Masjid Al-Falah Kota Sigli, beliau mengulas sejarah bulan Muharram, sampai pentingnya umat Islam mempunyai tahun Hijriah, yang kemudian diasas pada masa Khalifah Umar Bin Khattab. Pemilihan momentum hijrahnya Rasulullah sebagai awal tahun hijriah memiliki alasan yang sangat kuat, dimana seluruh kaum muslimin kala itu bahu membahu saling tolong menolong dan mengajarkan kita betapa nilai pengorbanan kemanusiaan secara elegan. Maka momentum sepuluh Muharram merupakan waktu diampunkannya Nabiyullah Adam  oleh Allah Swt.

KH. Luthfi juga mengingatkan aman bahayanya pemikiran liberal yang melanda umat Islam dewasa ini, Iblis menjadi tuannya para aktifis liberal, melalui pemikiran sesatnya Iblis telah pernah menggoda Nabiyullah Adam  dan bahkan tidak mau sujud kepada Nabiyuullah Adam berdasarkan logika liberal yang dibangun Iblis, bahwa dia lebih baik daripada Adam. Maka sejatinya kantor liberal pertama itu lanjut Kiyai bertempat di Surga, Iblis kemudian secara kontinyu terus mencari korban agar Jaringan Iblis Liberal terus hidup, maka korban selanjutnya adalah Qabil, ia direcoki poemikiran liberal sampai tega membunuh saudaranya sendiri.

Di akhir pengajian, beliau berpesan untuk terus merawat ukhuwah islamiyah dan imaniyah, karena ukhuwah inilah yang memberi keuntungan kepada kita, bukan  pula kita sengaja mendengungkan ukhuwah basyariyah tetapi ukhwah imaniyah kita abaikan. Ukhuwah imaniyah yang dimaksud disini adalah penguatan kembali akidah ahlus sunnah wal jamaah sebagai akidah yang benar, dan mayoritas dalam dunia Islam, bukan syiah dan bukan pula salafi wahabi.  Kiyai juga menceritakan secara singkat kesan bersama guru beliau Habib Alawi Almalki, sang guru begitu mencintai ilmu, belajar dan mengajar. Maka ketika dilanda sakit,berujarlah beliau, atasyfi bi al dars, aku mengobati penyakitku ini dengan mengajar. Maka semangat ini diambil oleh KH. Luthfi Basari, keseharian beliau diisi dengan majlis ilmu, mengisi pengajian dari satu tempat ke tempat lainnya, secara rutin beliau juga mengisi pengajian tiga bulan sekali di Malaysia. Barakallahu fikum ya maulana!



Profil KH. Luthfi Basari
Nama: KH. Luhtfi Basari, ayah dari 5 orang anak.
Alamat: Singosari, Malang, Jawa Timur
Tangal Lahir: 5 Juli 1965
Status: Pengasuh Pesantren Ribath al-Murtada al-Islami, Pengasul Pesantren Ilmu Alquran, Singosari, Malang, Jawa Timur.
Pendidikan terakhir: Berguru kepada Assayyid Muhammad Alwi Almaliki Mekkah, tahun 1983-1991

Aktifitas:
- Ketua komisi fatwa MUI Kab. Malang
- Pengurus As-Saffah Almalikiyah, Himpunan Alumni Mekkah Pusat
- Aktif berbagai ormas Islam

Beberapa karya tulis
1.      Buku musuh besar umat Islam
2.      Dialog Sunni Wahhabi
3.      Alquran versi syiah berbeda dengan alquran umat Islam
4.      Konsep NU dan krisis Penegakan Syariat
5.      Dialog tokoh-tokoh Islam seputar Ucapan selamat Natal.





Posting Komentar

0 Komentar