Pengikut

Pengikut

Advertisement

Perempuan Peradaban


Kita mesti kembali belajar kepada sejarah panjang bumi Islam Andalusia, delapan ratus tahun berkuasa harus berakhir dengan genosida dan bahkan pengusiran kaum muslimin. Para sejarawan sepakat bahwa runtuhnya Andalusia disebabkan pemimpin dan rakyat tak lagi bertaqwa kepada Allah. Alquran menyebutkan: wa ma asbakum min musibatin, fabima kasabat aydikum, dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri (Al- Syuara, 30). Wa kana rabbuna liyuhlika al qura, bi dhalmin wa ahluha muslihun, dan tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakanmu secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. ( Hud, 117).

Ragib Sarjani menulis dalam kitabnya, Andalusia,  bahwa kelalaian para pemimpin dan kaum muslimin saat itu disebabkan datangnya seorang penyanyi perempuan bernama Ziryab dari negeri Bahgdad yang kemudian menghipotis bumi Andalusia dengan nyanyiannya.  Ziryab, seorang selebriti adalah perempuan Kurdi yang pada awalnya tinggal dan bekerja di Irak lalu tinggal di Andalusia selama 30 tahun. Ia seorang musisi, penggubah lagu, ahli kosmetik, fashion dan juga menguasai beberapa cabang ilmu pasti. Ziryab berhasil mengalihkan fokus rakyat Andalusia dari mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencintai para ulama. Di Andalusia, Ziryab begitu di elu-elukan dan dicintai, bahkan banyak dari masyarakat saat itu lebih mengenal Ziryab dibanding para ulama.  Padahal Andalusia sebelumnya lagi mengalami perkembangan yang sangat baik kekuasaan dan peradaban ilmu pengetahuan.

Peran Perempuan
Begitu pentingnya  peran perempuan dalam membina peradaban ini sampai kemudian kalam hikmah terkenal menyebutkan bahwa al-mar'atu 'imad al-mujtama' , perempuan itu adalah tiang masyarakat.  Maka kita ingat kembali peradaban Aceh dengan ilmu pengetahuannya pernah bangkit masa emas enam puluh tahun tahun era sultanah. Para sultanah memang tidak mengembangkan kemiliteran tetapi pada saat itu ilmu pengetahuan melejit,  lahir kitab-kitab dan para ulama sangat dihargai.

Dalam sejarahnya, ada empat perempuan yang sangat dimuliakan dalam Islam, yaitu Sayyidah Asiah sebagai istri Firaun.  Ia tetap berpegang teguh pada prinsip prinsip Islam, tidak terpengaruh dengan orang disekelilingnya bahkan suaminya sendiri. Kedua,  Sayidah Maryam, tahan dalam menghadapi fitnah, ia seorang perempuan yang dididik oleh keluarga Imran, dimana keluarga Imran disebutkan dalam Alquran sebagai keluarga terbaik. Ketiga,  Sayyidah Khadijah istri Rasulullah, ketika akhir hayatnya ia tak lagi memiliki apa-apa, padahal sebelumnya ia adalah seoraang hartawan kelas elit, demi memperjuangkan Islam bersama Rasulullah, ia merelakan segalanya.

Keempat,  Sayyidah Fatimah Al-Zahra, anak dari  Rasulullah, manusia paling mulia di muka bumi. Tetapi Fatimah memliki kehidupan yang sangat sederhana, bukan seperti kehidupan anak para raja. Dua jenis perempuan yang penulis sebutkan tadi terus menghiasai dunia ini, jenis Ziryab terus hidup, mereka adalah para wanita yang kemudian menjadi simbol alamatus sa’ah (Abubakar al-‘Adani, 2019).  Sementara yang kedua, wanita berpredikat mulia, sebagai tiangnya peradaban Islam.

Sungguh miris jika kita melihat fenomena kejadian sekarang, apatah lagi melibatkan perempuan Aceh.  istri merencanakan pembunuhan terhadap suaminya. Penzinaan yang berani dilakukan di rumah Allah, perceraian berupa gugat cerai terjadi dimana-mana.  Bagaimana sebuah tempat bisa menaikkan peradabannya, jika komunitas terkecil bernama keluarga banyak bermasalah. Belum lagi kita mendengar cambuk karena pasangan non muhrim bermesraan di tempat paling suci umat Islam. Merebaknya berbagai sinetron keluarga yang bertemakan konflik dan percintaan menjadi indikasi bahwa kita perlu belajar banyak tentang  ilmu pernikahan. Bimbingan pernikahan layaknya tidak boleh dimulai ketika pasangan ingin melangsungkan pernikahan.

Ilmu tentang pernikahan harus dimulai sejak dini. Menanamkan bagi anak dan keluarga bahwa pernikahan  itu merupakan sebuah akad yang sangat sakral. Begitu sakralnya bahwa pernikahan itu sendiri disaksikan para malaikat. Pernikahan dimaksud agar terjaminnya hak dan kewajiban antara dua pasangan laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan  kehidupan sakinah, mawaddah wa rahmah.

Kita tak pernah mendapati dalam sejarah bangsa Arab Jahiliyah, seorang perempuan membunuh suaminya, bahkan Ummu Jamil sekalipun membantu Abu Lahab sebagai suaminya, walaupun bantuan itu berupa kejahatan. Minimnya pengetahuan agama menjadi penyebab dari itu semua. Padahal merujuk kembali kepada sejarah perempuan pra Islam maka perempuan sunguh sangat hina. Kaum Hawa dijadikan budak para raja, perempuan tidak mendapatkan kepemilikan mahar, tegasnya mereka tidak mendapatkan hak-haknya sebagai manusia.

Islam merubah perilaku itu semua hingga menjadikan perempuan mendapatkan tempat yang mulia. Bakan Alquran menempatkan perempuan  menjadi salah satu nama surah, al-Nisa. Tak masuk akal rasanya jika perempuan tidak mampu memahami hakikat dirinya sebenarnya dalam konteks agama. Eksisnya aktivis LGBT, aktivis gender yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Padahal hak hak perempuan sudah jelas diatur dalam agama.
Ilustrasi. Sumber: halalin.corp.co.uk

Barangkali Negeri Andalusia tidak pernah menyangka bahwa peran Ziryab telah menyebabkan runtuhnya eksistensi Islam terbesar di benua Eropa, yang diawali dengan runtuhnya Granada.  Diakhir kejayaan Andalusia seorang ibu bernama Aisyah al- Hurrah menyindir anaknya Abu Abdillah al-Sagir yang menangis tersedu-sedu dari atas bukit. Menangisi kekuasaanya yang telah direbut Raja Goderik dan Ratu Isabela.  

Semangat perjuangan umat Islam saat itu sudah mati suri. Bahwa keluarga raja Granada di kemudian hari hidup terlunta-lunta di negeri Maghribi, tidak ada lagi daya dan upaya untuk memperebutkan kembali tanah Andalusia bahkan sampai sekarang. Ragib berpesan, Mari belajar kepada sejarah ini, jadilah bagian dari memajukan peradaban. Jika anda perempuan, jadilah perempuan peradaban, seperti halnya Sayyidah Khadijah. Atau jika tak ada malu, jadilah sebagaimana Ziryab atau lebih dari itu.



Posting Komentar

1 Komentar

Gudang software mengatakan…
Makasih syech...