Pengikut

Pengikut

Advertisement

Berharap Kepada Allah atau Manusia?



Penulis ketika berada di Masjid Cina, Negeri Malaka, Malaysia, 2019

Syekh Ratib Nablisi mengingatkan kita bagaimana konsep cinta kepada Allah. Ada orang yang mengaku cinta kepada Allah, tapi ia tidak melaksanakan perintahnya, atau sebaliknya, ini sangat aneh. Orang yang mencintai Allah ia akan selalu taat kepada siapa yang ia cintai. Syekh Ratib Nablisi dalam majlis ilmu melanjutkan; ketahuilah, Allah sangat menyayangi dan mencintaimu, bahkan ketika Nabiyullah Musa alaihissalam diperintahkan untuk berdakwah kepada Firaun, seorang yang sudah mengaku dirinya sebagai tuhan, manusia paling congkak, membunuh banyak laki-laki Bani Israil, tapi Allah masih sayang kepada Firaun, maka perhatikan firman Allah kepada Nabiyullah Musa alaihissalam, Sampaikanlah dakwah kepada Firaun itu dengan penuh kelembutan, wa qulu qaulan layyina.
Jika dengan Firaun saja begitu Allah sayang, bagaimana pula dengan kita yang selalu sujud lalu menyebut subhanaka rabbi al ‘ala wa bihamdih. Ingatlah bahwa Allah sangat sayang dan cinta kepadamu, ingatlah selalu nikmat yang Allah berikan, Sungguh sebuah kesalahan besar yang diperbuat manusia, yang selalu berharap kepada manusia, takut hilang harta dan jabatannya demi berharap dan takut kepada manusia. Ini sebuah konsep hidup yang salah. Berharaplah kepada Allah, tuhan yang senatiasa memberikan nikmat kepadamu, tuhan yang mengeluarkanmu dari berbagai urusan dunia. Jika engkau sudah mengenal Allah, maka engkau akan mengenal apapun hakikat kehidupan dunia ini.

Posting Komentar

0 Komentar