Pengikut

Pengikut

Advertisement

Masjid Adalah Jantungnya Sebuah Negeri

Habib diawal tausiyahnya mengajak kita untuk bersyukur dengan lisan, syukur dengan hati, syukur dengan perbuatan. Pada akhirnya  kita mesti melakukan kebaikan dengan nikmat yang Allah berikan.
Persatuan atas dasar persaudaraan akan diberkahi. hadits yang sarat makna; Aina mutahabbuna lijalali. Pada hari ini aku lindungi mereka,  dimana tiada perlindungan selain aku, (Hadith Qudsi). Point pentingnya adalah kita tidak akan mendapat keberkahan jika tak saling mengasihi karena Allah.
Menilik kepada sejarah Rasul, kota pertama yang dibangun rasul adalah Madinah. ada 4 perkara yang rasul bangun disini
1. Membangun masjid
2 Pesaudaraan
3.Membangun hubungan Jiran
4 Membuat pasar bagi kaum muslimin.
Poin yang paling utama  adalah masjid dan persaudaraan. Saham Rasulullah membangun masjid terus berkembang. Jutaan masyarakat datang ke masjid Nabawi. Masjid bukan hanya fungsi salat saja. Tapi disemarakkan dengan majlis. Di masjid juga mesti tenteram dan damai. jika masjid damai, diluar pun akan damai juga.
Tsumamah tidak masuk Islam, seorang kriminal. Ia berkata,  jangan paksa saya untuk masuk ajaran Islam. Ia diikat di tiang masjid. kali ketiga, Rasul menyuruh untuk lepaskan ikatan. tapi  sahabat berujar, tapi ya Rasul ia seorang kriminal.
Tsumamah diikat di masjid. tujuannya supaya tsumamah mendapat pendidikan dari Rasul, ia  mendengar Alquran yang dibaca nabi. Tiga hari hidayah sudah ia dapatkan. Tsumamah izin untuk pergi umrah. berita masuk Islamnya sudah sampai kepada penduduk Mekkah, kalau tsumamah sudah keluar dari agama nenek moyang.
Betapa Masjid menjadi tempat  mendidik orang bermasalah. masjid tempat mengungkap kesenangan dengan sesama Islam demi meraih persaudaraan. masjid menjadi jantung sebuah negeri menjadi makmur. apa yang dilakukan di dalam masjid akan nampak di luar masjid.
Demikian juga dengan perempuan, bernama Ummi Mihjan, seorang perempuan pada  masa Rasul bertugas menjadi penyapu di Masjid. Perlu diketahui bahwa  kerja di masjid adalah kerja besar, disebabkan masjid adalah rumah Allah. 
Suatu kali, Ummu Mihzan tak muncul karena sakit. maka rasul ziarah, nabi bersabda kepada sahabat,  jika seandainya ia  meninggal,  beritahu aku.  Ummi Mihzan kemudian  diketahui sudah meninggal, tapi sahabat tidak berani memberitahu, takut  menganggu nabi.
Nabi datang berziarah ke makamnya. seorang perempuan hitam yang dianggap biasa menjadi luar biasa di mata nabi. Bahwa sebaik baik kerja adalah kerja di rumah Allah.
Kedua, mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar. kita duduk disini atas dasari persaudaraan, ikatan saudara yang kuat.  la yukminu ahadukum hatta yuhibhu li akhihi ma yuhibbu linafsihi. Wa kunu ibadallahi ikhwana.
Setelah peperangan, dikalangan Muhajirin dan Ansar, ada seorang sahabat terluka. siapa yang masih hidup perlu kepada air, maka sahabat tadi berteriak menyebut air.  Sehingga ketika air diminumkan. maka terdengar sahabat  lain juga berteriak menyebut air. kata sahabat, coba kamu pergi ke tempat itu. mungkin dia lebih memerlukan daripada aku. Itu terjadi sampai ketiga kali. Tetapi ketika petugas air kembali kepada sahabat yang pertama, dan seterusnya, mereka semua telah syahid.
Betapa para sahabat menghargai nilai persaudaran. Sampai tidak bolehnya menganggu  jiran.  Abu Hanifah  bin Nukman memiliki jiran yang hari harinya suka  menyanyi, dan nyanyain itu sangat keras. Untuk beberapa hari, sang imam tak lagi mendengar nyanyian itu.
Abu Hanifah datang ke rumah gubernur. apa gerangan wahai imam engkau datang kemari, tanya gubernur.  Aku dengar jiranku dipenjara. Tapi engkau diganggu setiap hari dengan nyanyiannya. Tapi Imam Abu Hanifah ingin jirannya bebas. Maka sang  gubernur membebaskan dia dan semua tahanan hari itu ia bebaskan. Ini syafaat Abu Hanifah.
Lalu penyanyi itu taubat ikut kepada Abu Hanifah, bahkan menjadi seorang ulama. Ada pelajaran penting agar jiran  itu dijaga haknya walaupun jiran belum memiliki sifat baik.
Persaudaran merupakan sebuah amanah, dan amanah adalah titipan untuk dipertangungjawabkan kepada Allah. setiap masa ada pemegang amanah yang setia. dan masaku, kata Rasulullah orang setia itu  adalah Abu ubadah bin Jarrah dan Nasibah Binti Kaab al Anshari.  Saat perang Uhud. Rasul dihujani panah. datanglah seorang wanita yang sangat setia dari Ansar, Nasibah binti Kaab al Ansari. nasibah adalah seorang juru rawat, kala itu ia bertukar profesi,  berjuang menghadapi Ibnu Qamah, seorang kafir  yang berujar; kalau bukan aku, maka Muhammad harus mati hari ini. maka Nusaibah mengatakan dengan gagah berani, hadapi aku dulu. Nusaibah tidak pakai baju besi, sampai terluka. ia  berjuang untuk Rasul, seorang perempuan, bagaimana ia menghargai hubungan persaudaraan iman  dengan Rasul secara dasyat.
Abu Ubaidah bin Jarrah, mendapati Rasul terkena senjata tembus ke  pipi Rasul, ditarik dengan gigi sampai lepas gigi Abu Ubaidah. Dua gigi dikorbankan. Disini kita belajar tentang hubungan sahabat dengan nabi. 
Pada akhirnya negeri menjadi  aman dan makmur karena adanya iman dan taqwa. Mari kita terjemahkan iman di dalam masjid. Jalin hubungan dengan baik dengan sesama manusia, dengan cara yang dibenarkan dalam agama
(Intisari tabligh Akbar Habib Ali di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Bakda Isya,  13 Oktober 2019).



Posting Komentar

0 Komentar