Pengikut

Pengikut

Advertisement

Guru, Orang Tua Kita

Para ulama membagi orangtua kepada tiga bagian, pertama orang tua bil nasab, yaitu bapak dan ibu kandung. Mereka adalah gerbang yang menghantarkan kita lahir ke dunia. orang tua bilnasab mendidik kita dari semenjak kecil. Sural Al Israk ayat 23  adalah dalil kewajiban hormat dan taat kepada ayah dan ibu.

Kedua orang tua bi addin. adalah sosok manusia terpilih yang telah mewariskan ilmu dan agama Allah pada kita. Beliau adalah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Kita merupakan umat terbaik dari nabi terbaik. Imam Busiri menyebutkan; ketika Allah menyeru kita untuk taat padanya dengan makhluk terbaiknya maka kita menjadi umat terbaik. Kecintaan Rasulullah pada umatnya sangatlah besar, melebihi cinta orang tua kepada anak anaknya.

Ketiga adalah orang tua bi alsabab. Imam Syaibani mengistilahkan sebagai orang tua bi al taklim. Mereka adalah orang yang berjasa mengisi jiwa kita dengan ilmu. Pada hakikatnya, cinta mereka kepada muridnya lebih besar dari orang tua bi nasab. Guru disini adalah para ulama, seorang zahid, Yahya bin Muaz meyebutkan, para ulama lebih cinta kepada umat Rasulullah dari bapak dan ibu mereka sendiri, karena ayah dan ibu menjaga dari neraka dunia yaitu kesengsaraan, sedangkan para ulama menjaga dari neraka akhirat.

Ulama dahulu memberi teladan yang luar biasa dalam sikab tawadhu terhadap guru, seperti halnya Imam Syafi'i yang membuka lembaran kitabnya dengan sangat pelan agar tidak bersuara sehingga terdengar oleh imam Malik, gurunya.

Adab murid terhadap guru memiliki dua sisi, pertama sisi batin. seorang murid harus memiliki rasa percaya kepada gurunya, bahwa guru merupakan seorang yang alim dan ahli dalam bidangnya, patuh dan husnudhan apa yang guru perintahkan.

Kedua sisi dhahir, seorang murid harus memperlihatkan kerendahan diri seutuhnya pada guru dengan merendahkan badan dan pandangan dan menata posisi berdiri, duduk atau menghadap sebaik mungkin, sebagai diuraikan Imam Al Gazali dalam kitab Bidayah Al Hidayah.

Dengan demikian, ilmu akan menjadi cahaya bagi siapa yang mempelajari, para ulama mengambarkan aliran masuknya ilmu kepada seseorang seperti aliran air, air hanya mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Ilmu adalah hal termulia yang diwariskan para Nabi pada umatnya.
Majlis Ilmu Bersama pelajar
Madrasah Rabbaniyah, Kampung Krubong, Melaka, Malaysia

Posting Komentar

0 Komentar