Pengikut

Pengikut

Advertisement

Perbaharui Niat Anda

Sebagian ulama  mendefinisikan niat sebagai قصد الشيئ مقترنا بفعله yakni  bermaksud sesuatu dan pada saat yang sama melakukan sesuatu dimaksud.

Beberapa hari lalu Habib Idrus dari Tarim memberi tausiyah di Banda Aceh. Salah satu poin penting berbicara tentang  niat. Habib menyebut bahwa anak dilahirkan sesuai dengan niat ayahnya, jika niatnya untuk takabbur maka anak itupun akan seperti yang diniatkan. Seorang  penghafal Qur'an di Tarim mampu menghafal 30 Juz selama dua bulan. Ini dikarenakan adanya niat yang benar maka ia akan mudah menghafal.

Habib melanjutkan, Keturunan Rasulullah, Ahmad Muhajir bin Isa hijrah dari Iraq ke Hadramaut. Irak kala itu  adalah ibukota muslim, tempat yang paling indah dan nyaman. Ada rezeki yang berlimpah, bahkan beliau dan keluarganya dicintai  masyarakat. Beliau kemudian keluar menuju Hadramaut, tempat yang penuh  kelaparan, fakir, panas. Berbagai macam pertanyaan bermunculan, bagaimana bisa? Ahmad Muhajir ternyata memiliki visi kehidupan yang jauh. Niat suci beliau ingin menjaga keturunannya kedepan.

Bermula dari niat,  banyak sekali di dunia orang yang menyesal. Mereka kehilangan nikmat yang sejati. Steve Job, pendiri Apel, mati karena kanker, setiap waktu menangis karena hanya mendapatkan benda dunia saja. Di akhir hidupnya ia merasa hanya seperti robot. Dalam keluarga, Steve  punya satu putri,  tapi benci kepada ayahnya. Steve Job tidak senang pula  kepada putrinya. Hatinya sudah penuh dengan kekayaan dunia.  Steve Job, orang terkaya di dunia mati sendirian tidak ada yang menunggui. Anaknya ingin belajar di  kampus, tapi Steve Job tak pernah memberikan uang saku. Semua harta Steve Job diambil pemerintah, sementara sang anak menjadi gelandangan.

Maka bagi orang beriman, usaha tajdid al niah, memperbaharui niat selalu diperlukan dalam setiap kegiatan yang kita geluti hari ini. Kita coba perbaiki kembali niat kita dalam aktivitas selama ini, kita sebagai guru, dai, atau pejabat. Niat yang tidak baik, niat keduniawian semata pada akhirnya akan memusnahkan dan mematikan jiwa dan kehidupan itu sendiri.






Posting Komentar

0 Komentar