Pengikut

Pengikut

Advertisement

Al-Quran Menanamkan Keindahan Kepada Diri Orang Beriman



Beberapa waktu lalu, Syekh DR Usamah Sayyid al-Azhari kembali datang ke Indonesia, mengisi seminar keilmuwan. Salah satunya seminar yang dilaksanakan di pesantren Darul Quran, Yusuf Mansur, temanya adalah Peran Pemuda Zaman Ini, Daur al-Syabab al-Yaum. Sebelumnya syekh Usamah sudah berkunjung ke Indonesia. Kita saling terhubung karena ruh kita saling mengenal, sebut syekh Usmaah mengawali sambutannya. Syekh Usamah menyebut jika Allah menghendaki, negeri Mesir dan Azhar akan mejadi tempat orang yang menuntut ilmu, semua para aulia dan ulama akan cenderung ke Mesir sampai hari kiamat.

Syekh Usamah mengupas tentang akhlak sebagaima yang dijelaskan dalam alquran, pelajaran pertama adalah, al-Quran mengajarkan keindahan, betapa al-Quran banyak membicarakan tentang keindahan, perhiasan, dan orang yang memperbaiki hidup dan pekerjaannya. Hal ini dimaksudkan agar memenuhi jiwa para penghafal al-Quran dengan perbuatan baik. Allah bicara tentang langit, dimana langit  dunia dihiasi dengan bintang-gemintang, ia menjadi indah dan bagus dipandang mata. Setiap kali dipandang, maka acapkali jiwa kita dipenuhi dengan keindahan. 

Dalam al-Quran, Allah bicara tentang bumi. Semuanya  dipenuhi dengan selaksa keindahan. Allah berbicara tentang hewan seperti kuda dan unta, begini al-Quran memenuhi jiwa para penghafalnya dengan kemuliaan dari langit dan seluruh alam. Menariknya, Alquran menyampaikan keindahan itu dengan jelas. Imam Muslim meriwayatkan dalam Sahihnya, juga Imam Ahmad dalam Musnadnya, sesungguhnya ada seorang datang menghadap Rasulullah dan berkata, sesungguhnya saya senang dengan pakaian indah, alas kaki indah, kemudian orang itu bertanya, apakah ini termasuk perbuatan sombong ya Rasulallah, maka Rasul mengatakan, inilah keindahan dan sesunguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Sesungguhnya sombong itu yang dimaksud bukan dengan pakaian, tetapi  orang yang meremehkan orang lain.  

Al-Quran memenuhi jiwa orang beriman dengan keindahan, hadits juga memenuhi jiwa kita dengan keindahan. Apabila kita benar memahaminya, dan sudah mendapatkan cahaya dan ilmu maka akan selalu mejaga keindahan dalam segala urusan kehidupan. Sesungguhnya keindahan itu akan bepindah dari zahir ke batin, dari pakaian ke pemikiran.  Jika keindahan sudah pindah dari pakaian ke akal , maka akal kita menjadi indah, dan segala apa yang terjadi menghasilkan semua keindahan dan kemuliaan. Tidak akan membunuh, ghibah, dan sebagainya. Pelajaran pertama yang disampaikan Syekh Usamah tentang akhlak bahwa Al-Quran memenuhi jiwa orang beriman dengan segala keindahan.

Ketika orang-orang Khawarij keluar dari Ahlus Sunnah dan didebat oleh Sayyidina Abdullah bin Abbas, seorang yang paling alim dalam bidang tafsir di kalangan sahabat, dan bisa menjelaskan keindahan al-Quran. Imam Nasai dalam Sunan al-Kubra menyebutkan sesungguhnya Ibnu Abbas, bertemu dan berdebat dengan khawarij yang sering bawa senjata dan menakuti orang beriman. Suatu kali beliau lewat di depan rumah mereka, Ibnu Abbas mengunakan pakaian terindah. KLhawarij kemudian menyindir Ibnyu Abbas tentang pakaiannya yang indah, lalu dijawab Ibnu Abbas,  kenapa kalian ingkar dengan pakaian saya, aku melihat Rasulullah dalam dirinya menggunakan pakaian yang lebih indah dari pakaian saya. Pelajarannya, Ibnu Abbas ingin menyampaikan kepada mereka,  jika kalian kehilangan dalam mamandang dari Rasulullah tentang keindahan berpakaian, jika kalian sudah dijauhkan dari keindahan pakaian saya ini, kalian itu sudah dijauhkan dari keindahan pemikiran dan akal kalian. Ini kesimpulan makna pertama, bahwa al-Quran menanamkan keindahan kepada diri orang beriman. (Bersambung)


Syekh DR Usamah Sayyid AL-Azhari, Sumber foto; Bincangsyariah.com


Posting Komentar

0 Komentar