Pengikut

Pengikut

Advertisement

Cinta Itu Dengan Tindakan Bukan Ucapan

Para Habaib biasanya akan menceritakan bagaimana kecintaan dasyat para sahabat dan kaum salaf kepada Rasulullah. Cinta mereka bukan dongeng belaka, itu kenyataan yang sangat mewah, hadiah mulia untuk generasi umat Islam pasca salaf. Maka sangat lucu dan rugi sekali, jika kita belum mampu memanfaatkan mementum bulan maulid  untuk mempertebal rasa cinta kepada Rasulullah, minimal  pengetahuan kita sudah selesai dengan alur kehidupan Rasulullah, sangat aneh sekali jika ada penceramah yang gagal memberikan narasi mewah kehidupan Rasulullah, alih-alih menceritakan Rasulullah, justru narasinya adalah hal-hal yang tidak penting atau hikayat manusia lain, sama sekali.  Ini tentang Rasulullah, seorang yang hidupnya sangat mulia, dicintai langit dan bumi. Lebih getir lagi,  pengetahuan kita belum selesai tentang Rasulullah, tentang sirah dan syamail Rasulullah, pergi menuntut ilmu malas, siapa ayah nabipun kita tidak tau,  lalu kita mendengungkan ke publik, saya cinta Rasul! Maka ucapkanlah innalillahi wa inna ilaihi rajiun kepada diri sendiri.

Cerita dasyat kecintaan sahabat Bilal, Abubakar dan lainnya menjadi sejarah keabadian yang sangat mewah. Rasulullah tidak hanya dicinta oleh manusia saja, hewanpun sangat mencintainya, diriwayatkan untanya Rasul menjatuhkan dirinya ke dalam lubang, dia begitu terpukul dan sedih ditinggal pergi kekasih hati, Rasulullah. Pesan disini adalah jangan sampai kecintaan kita kepada Rasul dikalahkan oleh hewan. Cinta itu dengan tindakan, mengerjakan sunah Rasulullah, berusaha meneladani Rasulullah dalam setiap inci kehidupan. Pasangan suami istri mempunyai tangungjawab berlandaskan rasa cinta. Sejatinya sudah berada pada derajat hubban jamma, cinta yang tak terpisahkan lagi, tetapi kenyataannya angka perceraian semakin tinggi. Sekali lagi cinta itu bukan ucapan, jangan lagi ikuti cintanya Laila Majnun, cinta yang orientasinya hanya dunia. Maka kita akan majnun selamanya, nauzubillah.


Posting Komentar

0 Komentar