Pengikut

Pengikut

Advertisement

Imam al-Razi, Ulama Usul Pasca Imam Juwaini dan Imam al-Gazali


Nama lengkapnya adalah Muhammad ibn Umar Ibn al-Husayn Ibn al-Hasan Ibn Ali al-Taymiy al-Bakriy al-Tabrastani, yang dalam literatur keilmuan klasik kita kenal dengan nama Fakhruddin al-Razi. Beliau dilahirkan di Ray, yaitu sebuah kota yang terletak di sebelah tenggara Taheran Iran pada tanggal 15 Ramadhan tahun 544 H/1149 M. Beliau wafat pada bulan syawal, 606 H/1209 M. Imam Fakhruddin ar-Razi (1149-1209) adalah salah seorang  ulama besar dalam dunia Islam. Pengarang Mafaṭiḥ al-Ghayb atau Kitab al-Tafsir al-Kabīr ini telah menulis sekitar seratus kitab.  

Menariknya selain menulis kitab tafsir dan juga ushul al-fiqh, beliau juga menulis tentang kedokteran, astronomi, nahwu, geometri, sejarah dan bidang lainnya.  Kesungguhan Imam al-Razi dalam menggali berbagai macam ilmu sudah tampak ketika masih muda. Disebutkan bahwa beliau telah dapat menghafal kitab Syamil karya Imam al-Juaini, Al-Mustashfa’ karya Imam al-Gazali. Dimasa tuanya, Al-Razi menetap di Herat, Afghanistan. Di tempat itu ia membangun masjid, mengajar dan menulis beberapa kitab hingga ajal menjemput beliau pada tahun 606 H/1209 M.

Tadi sore saya gunakan kesempatan untuk membuka kitab Tafsir beliau, penjelasan mengenai fadhilah dan makna ayat kursi. Imam Fakhruddin al- Razi mengingatkan bahwa ayat kursi yang dibaca dirumah untuk menjauhkan diri dari syaitan. Ayat kursi hakikatnya adalah pemimpin dari surah al-Baqarah, sementara kursi yang dimaksud disini sebagaimana dijelaskan Imam Fakhruddin al- Razi mempunyai beberapa pendapat, pertama kursi bermakna jismul adhim, dimana kedudukannya berada diatas langit ke tujuh. Kedua kursi dimaknai sebagai sultan wa qudrah, ketiga kursi diartikan sebagai ilmu, ala sabili al- majaz, keempat, Imam Fakhruddin al-Razi menukilkan bahwa Imam Qafal condong memaknai kursi dengan istilah taswir adhmatillah wa kibriyaih.

Sebelumnya nama ulama besar ini sudah akrab ditelinga sewaktu di Kairo, khususnya dalam disiplin kajian usul fikih. Kitab al-Mahsul merupakan kitab terpenting Imam al-Razi dalam Usul Fikih. Pasca itu, melalui syarahan usul fikih dalam kitab Nihayatu sul, maka nama Imam Fakhruddin al-Razi mesti ditempatkan pada tempat yang tinggi. Beliau seorang usuli paska Imam Juwaini dan Imam al-Gazali, tidak berhenti disitu beliau mampu menguasai berbagai disiplin ilmu, bahkan sangat banyak. 

Beberapa bulan lalu saya di Gramedia menemukan kitab Imam Fakhruddin al-Razi, yang sudah diterjemahkan, kitab firasat yang berisi tentang seluk beluk karakter manusia. Kitab ini menjadi sumber rujukan bagi dunia kedokteran modern.  Untuk masa sekarang menguasai satu disiplin ilmu saja sangat sulit dan sudah jarang, apalagi menguasai banyak ilmu. Satu ilmu yang belum matangpun sudah berani kita membusungkan dada. Belajar dari Imam al-Razi, maka benarkah kita cinta kepada ilmu dan seriuskah kita berenang dalam lautan ilmu?

Tabik
Azmi Abubakar


                                            


x

Posting Komentar

0 Komentar