Pengikut

Pengikut

Advertisement

Jangan Biarkan Nabi Dihina


Hebohnya berita Gus Muwafik yang mengatakan Rasulullah  tak diurus, ingusan dalam bahasa Jawa menjadi peringatan kepada kita bahwa manusia tak akan menyukai sesuatu yang bertentangan dengan fitrahnya. Tertanam dalam pikiran pecinta Rasulullah, jika ada kata yang mengurangi penghormatan kepada Rasulullah wajib untuk diusut dan jangan dibiarkan begitu saja. Hal ini terlepas dari multi tafsir, karena-pun selama ini Gus Muwafik banyak sekali melontarkan guyonan-guyonan agama.

Untung saja peristiwa ini terjadi di pulau Jawa, masyarakat yang saya kira sudah terbiasa dengan gerak multi pemikiran. Hal ini berbeda dengan respon yang dilakukan kaum salaf dulu. Jika ada yang berani menghina Nabi, maka tindakannya sangat tegas. Hal ini dimaksudkan agar menjadi pelajaran kepada generasi selanjutnya untuk tidak mengulangi dan adanya unsur jera. Menghina sahabat saja dicambuk di depan umum, sebagaimana yang terjadi pada masa Umar bin Abdul Aziz, ada masyarakat yang menghina Sayyidina Muawiyah Radhiallahu Anhu, lantas Khalifah Umar mencambuknya di depan umum. Peristiwa Gus Muwafik telah direspon tegas oleh Buya Yahya, dan para Habaib di Indonesia, bahkan Haiah al Safwah, himpunan alumni Abuya Al Maliki membuat surat peringatan kepada Gus Muwafik.  

Pelajaran hari ini, jika ada sesuatu yang kita lakukan yang tidak benar akan mendapat respon negatif, baik dari dalam jiwa maupun lingkungan, apalagi menyangkut dengan Rasulullah, Sayyidul Anam, manusia paling mulia di muka bumi, ini sebuah perkara besar. Ingat, Abu Lahab dan istrinya namanya telah diabadikan dalam Alquran karena menyebut Nabi celaka.

Gambar Surat Peringatan Kepada Gus Muwafik dari Haiah Safwah Malikiyah. Sumber: www,.shofwatuna.org



Tabik
Azmi Abubakar

Posting Komentar

0 Komentar