Pengikut

Pengikut

Advertisement

Doa UAS dan Novel Bulan di Langit Pedir di Bale Beton Dayah MUDI MESRA


Tahun lalu untuk beberapa kali saya berkesempatan membersamai perjalanan UAS bersama rombongan Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh. Kala itu saya punya tugas khusus meliput perjalanan UAS melalui website resmi IKAT.  UAS ditemani Abangda, Teungku Fadhil Rahmi, sahabat setia UAS, sosok yang sangat berjasa dalam safari UAS di Aceh,  sekarang menjadi anggota DPD RI , ada abangda teungku Nazar Yahya, dan para guru mulia lainnya,  serta rekan-rekan dari IKAT.

Kesempatan untuk bertemu UAS, menghadiahkan novel terwujud di tempat mulia, balai beton dayah MUDI MESRA, Samalanga. Di tempat ini, bang Fadhil memperkenalkan saya kepada UAS, pada tempat yang lain pula bang Fadhil memperkenalkan saya kepada Abi Zahrul, Barakallahu fikum ya ustazna. Ziarah mahabbah  ke dayah MUDI saat itu bukanlah kali pertama. Kedatangan pertama ke dayah itu terjadi akhir tahun 2014, dan terus berlanjut, termasuk berziarah ke makam abon Aziz.

Jumpa UAS saya menghadiahkan novel Bulan di Langit Pedir, saya tulis novel ini di Mesir bulan Ramadan 2014. Kepada UAS, saya menjelaskan singkat tentang subtansi Bulan di Langit Pedir. UAS mendoakan, Barakalllahu fikum. Beliau saat itu lagi bersiap-siap untuk tabligh akbar, seribuan santri sudah menunggu di depan masjid. Malam itu adalah malam  penuh keberkahan, plus selesai tabligh akbar, saya berkesempatan bertemu dan beramah tamah dengan abiya Baidawi.  Malam ini pula UAS telah kembali  ke Aceh, mengisi tabligh akbar di beberapa tempat. Terkenang kembali  pertemuan dengan tuan guru yang penuh berkah, semoga Allah beri kekuatan dan keberakahan untuk tuan guru UAS.

Tabik dari Pecinta UAS
Azmi Abubakar



Di Kamar Bale Beton, Mudi, bersama tuan Guru UAS,  abangda Teungku Fadhil Rahmi dan yang mulia para guru kami lainnya.

Posting Komentar

0 Komentar