Pengikut

Pengikut

Advertisement

Ketika Wabup Menyuruh Angkat Tangan, Hidup Pemuda Pidie

Sekitar satu bulan lalu saya mengikuti lomba karya ilmiyah yang dilaksanakan KNPI Pidie dalam rangka hari sumpah pemuda. Dalam acara pembukaan,  saya ikut berpartisipasi, yang hadir  adalah sebagian mahasiswa dan pengurus KNPI.  Catatan saya, acara seperti ini kedepanmya lebih memperhatikan waktu salat, agar ruh pemuda lebih hidup.

Setelah kata sambutan tentang kepemimpinan dari ketua KNPI, Wabup juga memberi sambutan mewakili pemerintah. Sebelumnya, saya sudah bersilaturrahmi dengan Wabup Pidie di ruang kerjanya, menghadiahkan Novel Bulan di Langit Pedir, intinya Wabup sangat mengapresiasi siapa saja yang berkarya.

Wabup menutup sambutannya dengan teriakan, hidup pemuda Pidië, sambil mengepalkan tangan ke atas. Semua yang hadir walaupun sedikit itu ikut mengepalkan tangan.

Saya tidak lantas mengangkat apalagi mengepalkan tangan. Isu pemuda hari ini, tentang ganja, judi, atau pemalas dan sebagainya muncul begitu kuat, sehingga sulit sekali rasanya  meneriakkan hidup pemuda ala aktivis. Bagaimana bisa kita  berteriak, hidup pemuda Pidie, jika  kasus ganja merata di kampung.  Bahwa pola pikir yang tidak sehat tidak bisa menghidupkan jiwa, kecuali jika ada slogan, taubat pemuda Pidië, atau salawat Pemuda Pidie.

Dan akhirnya wabup menyuruh saya angkat tangan, ustaz, angkatlah tangannya,  kemudian sambil senyum senyum saya pun berteriak, hidup wabup Pidië eh hidup pemuda Pidië.

Tabik
Azmi Abubakar






Posting Komentar

0 Komentar