Pengikut

Pengikut

Advertisement

Memupuk kasih sayang ditengah Wabah, Menuju Bulan Suci



Menjadi seorang muslim bermakna melekatnya sifat kasih sayang yang ada pada dirinya, Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, sifat ini mesti ditebarkan ke segala penjuru bumi. Baginda Rasulullah sendiri yang disebutkan dalam al-Quran,  wa ma arsalnaka illa rahmatal lil alamin. Rahmah bukan hanya untuk manusia saja, tetapi juga untuk seluruh alam, malaikat, tumbuh-tumbuhan dan hewan.  Para ulama menafsirkan kata rahmah ini yaitu:  qaulan layyina, qaulan baligan, qaulan kariman dan qaulan sadidan. Rasulullah mengajarkan kepada kita  bagaimana adab menyembelih, adab untuk tidak buang air di bawah pohoh, ini semua merupakan  bagian dari penerjemahan rahmah lil alamin.
Alquran menyebutkan   Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih, Allah yang melimpah-limpah rahmatnya akan menanamkan bagi mereka dalam hati orang ramai perasaan kasih sayang.”  Dalam mengomentari ayat ini, tuan guru Profeesor syekh Abbdul Latif al-Hasani al-Farfuri menyebutkan dalam kitab tasawuf Rabbani bahwa Adakah kamu dapat melihat bagaimanakah penjelasan ilahi ini dan sebuah perancangan Rabbani ini dalam ayat ini? Adakah kamu dapat melihat bahwa orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih Allah yang maha rahman  menanamkan bagi mereka dalam hati mereka perasaan kasih sayang, dan cinta kasih sesama mereka? Dan betapa perlunya ummat manusia pada hari ini kepada cinta kasih pada Allah  dan menghilangkan segala permusuhan dan segala pertikaian dan kedengkian yang amat melampau dimana ianya akan menjadikan daripadanya sebuah peperangan yang menghancurkan, dan akah kamu dapat berkhayal bagaimanakah manusia pada hari kiamat- semua manusia itu-  mereka bersegera kepada tuhan mereka sebagai seorang hamba yang tidak beralas dan kaki dan tidak mempunyai baju, dimana setiap orang daripada mereka datang kepada tuhannya dengan sendirinya yang tidak mempunyai sesuatu dengannya melainkan amalannya? Dan adakah kamu mengerti makna sebuah penghitungan dan perkiraan tuhan pada ayat ini dan sesungguhnya dia tidak akan membiarkan daripada tangan orang-orang yang semena-mena salah seorangpun pada hari kiamat yang dianya menyangka bahwa sahanya sesungguhnya dia dunia adalah orang-orang yang menyekutukan Allah ta`ala pada ketuhanannya (uluhiyyah)?

Kasih sayang membawa manusia kepada keringanan dalam memberi dan berbagi, Rasulullah seorang yang sangat mencintai anak yatim, dan fakir miskin, Rasulullah membantu orang-orang lemah, ketika Jakfar syahid, Rasul menghibur anak dari Saydina Jakfar. Rasulullah menanamkan nilai kasih sayang kepada para sahabat yang dulu memusuhinya kemudian berubah menjadi orang yang sangat cinta dan menyerahkan segalanya berkorban untuk Islam, itu telah dibuktikan oleh Wasyi, Ikrimah bin Abu Jahal dll.  Umat Islam yang sebentar lagi akan bersiap memasuki bulan Ramadan sebagai tamu agung semestinya memiliki dan terus memupuk sifat kasih sayang agar puasa kita tidak lagi berada  pada derajat puasan kanan-kanak. Puasa yang dalam hati terpatri sifat kasih sayang terhadap sesama.
Ada banyak peristiwa besar dalam bulan Ramadan, tapi sejarah mencatat ada tiga peristiwa besar yaitu, turunnya wahyu pertama, kedua, perang Badar sebuah perang dengan banyak ibrah yang bisa akita ambil, ketiga adanya Fathul Mekkah pada bulan Ramadan, guru kami syekh Majdi Asyur menasihati kami dalam majlis ilmu pengajian kitab Ayyuhal Walad, kunu ramadaniyyan, bahwa sifat orang yang biasanya beribadah pada bulan Ramadan mesti ada pada diri seorang  sepanjang tahun. Hari ini kita berada pada penghujung bulan syakban, salah satu persiapan yang mesti kita punyai adalah memupukkan sifat kasih sayang, membaca al-Quran dan berbagi. Virus corona tidak menghalangi kita untuk menebarkan kasih sayang, ada pelajaran besar mengapa bismillah menjadi ayat pertama dalam alfatihah, kehidupan ini mesti dimulai dengan berkasih sayang, kamu muslinin hendaknya tidak berputus asa dengan kasih sayang Allah, karena kasih sayang Allah maha luas kepada makhluknya. Virus corona yang menjadi isu dunia hari harusnya menjadi cemeti bagi kita untuk meningkatkan taqwa kepada Allah.
Ada pelajaran masa lalu bahwa wabah penyakit ta’un yang banyak menimpa para ulama mengindikasikan tidak selamanya sesuatu yang datang dari Allah itu merupakan bala tapi musibah atau cobaan, kita mesti menghadapinya dengan wastiyah, mematuhi ulul amri dan melaksaknakan ibadah dengan tetap memperhatikan maslahah.  Dalam Risalah Ta’un misalnya banyak disebutkan para ulama yang meninggal karena wabah penyakit. Mereka menjadikan itu sebagai penyemangat untuk mendekatkan diri kepada Allah.  Ramadan yang sebentar lagi datang, ia adalah tamu, mari kita berhias dengan akhlak baik saling berkasaih sayang kepada siapapun.


Posting Komentar

0 Komentar