Pengikut

Pengikut

Advertisement

Mengenal Grand Syekh Azhar Pertama, Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Kharrasyi

 

Pasca kejatuhan dinasti Fatimiyah, Sultan Salahuddin al-Ayyubi selanjutnya memegang kekuasaan dengan mendirikan dinasti Ayyubiyah. Pada masa ini, masjid al-Azhar berubah menjadi tempat belajar Sunni. Dalam literatur sejarah, Syaikh al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Ali al-Kharrasyi, (1010-1101 H/1601-1690 M.)  adalah orang pertama yang diangkat menjadi  Gand Syaikh al-Azhar. Syekh  pertama al-Azhar ini lahir di kampung Abu Kharrasy, markaz Syabrakhit, propinsi Buhayra tahun 1010 H/1601 M. Guru pertama beliau adalah ayahnya sendiri, Syaikh Jamaludin Abdullah al-Kharrasyi, kemudian beliau juga dididik oleh Syaikh Luqany, Syaikh al-Ajhury dan Syaikh al-Syamy. Para syaikh mengajarkan beliau kurikulum al-Azhar, berupa ilmu-ilmu agama, ilmu bahasa, sejarah, mantiq dan ilmu kalam. Dari proses belajar ini, maka Syekh mengorbitkan banyak murid berkualitas, lebih dari seratus orang yang menjadi ulama besar, seperti Syaikh Ibrahim bin Musa al-Fayyumy yang menggantikan beliau sebagai Syaikh al-Azhar selanjutnya. 

Kehidupan keseharian beliau adalah kehidupan yang sederhana,  Beliau pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membawanya sendiri. Syekh Azhar ini seorang pecinta Rasulullah yang selalu mengikuti sunah Rasul, seorang yang tidak pernah telat shalat berjamaah di masjid al-Azhar, dan istiqamah salat subuh berjamaah hingga akhir hayatnya.   Madzhab fikih yang beliau anut adalah madzhab Maliki. Syekh al-Kharrasyi adalah penikmat buku, diantara  buku yang beliau baca dan pelajari, seperti al-Kaukab al-Munir syarh al-Jami al-Shaghir, al-Faraid al-Saniyah syarh al-Mukaddimah al-Sanusiyah dan kitab yang lainnya.

    Selain di Al Azhar, beliau juga menuntut ilmu di madrasah al-Iqbighawiyah Diantara karya beliau sebagai berikut: Risalah fi Basmalah, Fathu al-Jalil, fikih Maliki, Al-Syarh al-Kabir, tentang fikih, Al-Syarh al-Shaghir, ringkasan al-Syarh al-Kabir, Muntaha al-Raghbah dan karya-karya beliau yang lain.

Sebagai catatan Grand Syekh Al-Azhar adalah sebuah gelar terpenting di dunia Islam Sunni dan gelar resmi yang prestisius di Mesir. Orang yang menyandang gelar ini dianggap sebagai orang yang memiliki otoritas tertinggi dalam pemikiran Islam Sunni dan fikih. Grand Syekh Al-Azhar memiliki pegaruh yang besar di dunia Islam, khususnya mereka yang menganut akidah Asy’ariyah dan Maturidi. Tercatat sudah ada 48 grand syekh Azhar, dimana sekarang Grand Syekh Azhar  ke 48 dijabat Prof. DR. Syekh Ahmad Muhammad Ahmah at- Tayyib.

 

Masjid Azhar, sumber foto Wikipedia

 

 

Posting Komentar

0 Komentar