Pengikut

Pengikut

Advertisement

Abdurrahman Ad Dakhil, Bertuahnya Didikan Keluarga


Dalam sejarah terakhir keluarga Umayah di Damaskus, kita akan menemukan kisah yang mengagumkan dari keluarga ini,  rupanya Hisyam ibn Malik jauh-jauh hari sudah mempersiapkan penggati khalifah, yaitu cucunya sendiri, bernama Abdurrahman, ibuya berasal dari suku Barbar di Magribi, ketika mengaji kitab Ajrumiyah, Syekh kami juga menjelaskan bahwa pengarang kitab Ajrumiyah sendiri yang bernama Ibn Ajarrum  berasal dari  suku Barbar.

Abdurrahman dididik tentang kepemimpinan dan kebijaksaaan semasa kecil oleh  sang kakek dan ibunya, maka ketika tentara Abbasiyah mengepung Damaskus,  terkenallah kisah pelarian yang sangat hebat. Abdurrahman, seorang yang membawa nasab Bani Umayah hanya ditemani pembantu setia dari Syam menuju Hijaz, bahkan dengan sakit mata yang parah. Ia beruntung  mendapat perawatan lalu bergerak ke Mesir melalui padang pasir.

Arah laut yang dipenuhi  pasukan Abbasiyah dianggap tidak aman, ia menyeberangi padang pasir dengan penuh semangat, hal ini tidak menyurutkan cita citanya. Tiba di Mesir, tentara Abbasiyah tidak hentinya mengendus dan mengejar. Dari Mesir Abdurahman dan pembatunya  terus begerak ke Libia menuju kota Qairuwan sampai ia tiba di kampung keluarga besar ibunya.

Enam tahun dalam persembunyian, akhirnya Abdurrahman menyadari tanpa melakukan apapun, maka hal ini adalah kesia-siaan,  ia kemudian melangkah ke  daratan Andalusia yang dibatasi selat Giblaltar, negeri yang pernah ditakhlukkan Musa ibn Nusair.  Tepat di usia 25 tahun ia telah berhasil menjalankan  kekuasaan dengan stabil di wilayah Andalus. Pendidikan yang baik, memiliki peta hidup yang jelas disertai ambisi telah melahirkan peradaban besar di Andalusia.

Posting Komentar

0 Komentar