Pengikut

Pengikut

Advertisement

Pintu Taubat, Rahmat Dari Allah

Ada manusia yang berbuat kejahatan dan menzalimi orang lain, kemudian meminta maaf,  lalu dimaafkan, ia telah menjadi orang yang beruntung. ada hamba bermaksiat kepada Allah, maka  ada jalan taubat yang Allah berikan, di mana hamba yang bermaksiat akan memohon ampunan kepada Allah. Tidak ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu berwuduk, salat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Alah, melainkan Allah ampunkan segala dosanya. Inilah jalan keluar kepada pembuat dosa, keinginan bertaubat sendiri merupakan ilham dari Allah. Karena itu, tidak semua pelaku maksiat  memiliki keinginan untuk bertaubat.

Taubat merupakan rahmat dari Allah kepada orang yang berdosa, sehingga jika memahami  konsep taubat yang disyariatkan Allah dalam Alquran, maka akan didapati bahwa taubat itu sendiri adalah sebuah rahmat. Dari sini  kita bisa belajar bagaimana sikap Allah kepada orang berdosa, jika sesama manusia berbuat salah, maka sikapilah ia dengan sikap Allah kepada pembuat dosa,  yaitu sifat memaafkan.

Tidak semua orang bertaubat karena berdosa, bertaubat juga sebagai bagian ibadah. Di dalam Alquran Allah berfirman dalam surah al-Zumar ayat 53; Qul  Ya ibadi al-ladzina asrafu ala anfusihim la taqnutu min rahmatillah, inna Allah yaghfiru al dzunuba jami’an, innahu huwa al Ghafur ar Rahim. Artinya: Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri,  jangan putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Dialah yang maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Di sini ada kalimat Ya ibadi; wahai hambaku ditujukan kepada orang yang berdosa,  betapa menjadi satu kebanggaan diakui  oleh Allah sebagai hamba, bayangkan jika di sana  tidak ada pintu taubat, maka orang berdosa akan putus asa. Karena itu adanya taubat menjadikan sebab  bagi orang yang berdosa menyesali perbuatannya. Setiap kali iblis ingin membinasakan anak Adam, kala itu juga Allah telah membuka pintu taubat selebar-lebarnya, namun yang jadi masalah adalah manusia yang tidak mau bertaubat,  terpedaya dengan tipuan iblis.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar