Pengikut

Pengikut

Advertisement

Siapkah Untuk Tidak Bergadang Malam Ini?

Semenjak dahulu, anak anak sudah diajarkan tentang larangan mubazir, ketika  makan misalnya, ada nasihat jika nasi sebutir harus dihabiskan, karena di sana ada nilai keberkahan. Hari ini ada hal yang lebih besar, yang bahkan disepelekan, yaitu tentang  pemubaziran usia, tidak melakukan hal yang produktif dan  selalu bergadang di malam hari. Sehingga dari sini kita  perlu kembali untuk bertanya kepada  yang hidupnya produktif dan berkah usianya lewat lembaran kitab-kitab  manaqib. Alhasil diperlukan evaluasi kembali  bagi generasi hari ini tentang waktu bangun  tidur.

Di sini ada pelajaran  bahwa orang beriman telah diajari langsung oleh wahyu tentang kapan seharus bangun tidur. Betapa Alquran telah  membimbing manusia hingga urusan bangun tidur. Ini bukan hal yang sepele karena Alquran  tidak pernah membicarakan hal yang sepele, justru Alquran membicarakan hal-hal besar, termasuk masalah bangun tidur. 

Alquran menyebutkan: Ya ayyuhal muzammil, qumil laila illa qalila; wahai orang yag berselimut, bangun di malam hari, di sini  nabi diperintahkan bangun pada tengah malam.  Hari ini dunia Islam belum mampu untuk kembali menguasai peradaban dunia,  faktanya manakala nabi sudah bangun , generasi muslim belum tidur. Lebih lanjut, Rasulullah  dalam Hadith menyampaikan kapan bangun pagi paling terlambat, maka menurut petunjuk Nabi bangun paling terlambat itu adalah  pada azan pertama sebelum azan subuh, sekira lima puluh ayat dibaca, atau lima belas menit sebelum subuh. Sehingga tidak ada istilah tidur kesiangan dalam Islam, memang hal ini pernah terjadi sekali waktu karena kelelahan melanda  kaum muslimin seusai berperang, dan ini berkaitan dengan sejarah pensyariatan; kapan bangun, maka saat itulah dilaksanakan salat.

Suatu hari  Urwah ibn Zubair, keponakan Sayyidah ‘Aisyah, seorang ulama besar di kalangan tabi'in bersilaturrahmi ke rumah bibinya sepeninggal Nabi,  Urwah membawa teman-temannya  dan berbincang bincang, Sayyidah ‘Aisyah menegur, wahai Urwah bukan begitu Nabi menghabiskan malam. Kita akan menjumpai bahwa inilah keajaiban sunah Rasul yang luar biasa, yaitu  kualitas tidur setelah Isya, sekitar empat hingga lima jam jauh lebih bagus dibanding tidur jam dua belas malam. Inilah kebiasaan yang akan membangkitkan peradaban Islam kembali. Siapkah kita untuk  tidak bergadang malam ini?

 

Posting Komentar

0 Komentar